Cinta Mereka

Pancaran kasih sayang mereka terpancar dari bagaimana si nenek memapah suaminya menyeberang jalan. Semburat cinta itu mendinginkan jalanan yang telah berbulan-bulan ini kering dari hujan.

 Dikeheningan sebuah bioskop yang beku, saya juga merasakan kehangatan seorang wanita paruh baya yang membenamkan badannya kepelukan seorang lelaki tua di sebelahnya. Sunyinya studio bioskop ini menjadi pelengkap romantisme muda mereka.
Sering pula kulalui dijalan seorang ibu yang dengan anggunnya duduk di atas ketinggian tumpukan belanjaan yang akan dia jual kembali setiba dirumah dengan seorang bapak yang saya yakin adalah suaminya mengayuh becak pengusung barang dagangan itu. Mereka memamerkan keakraban cinta mereka dalam kerja keras dan pantang menyerah.

Saya yakin, tiap pasangan itu punya cerita yang akan sangat indah untuk dituangkan kedalam buku cerita, atau bahkan buku panduan, yang akan menjadi pedoman ribuan pasangan muda untuk melangkah mengambil peran dalam cerita mereka sendiri. Saya dan istri didalamnya.

Ingin rasanya menghentikan mereka dan bertanya apa rahasianya? Bagaimana caranya? Cukupkah dengan cinta? Cinta seperti apa?

Tapi nenek penyeberang jalan itu tampak terlalu lelah untuk berbicara, suasana hening studio bioskop juga bukan saat yang tepat untuk mengobrol dan suami pengayuh becak itu akan mengumpat jika kuhentikan lajunya.

I guess we should figure out our own way…

Advertisement


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.